DPR Debatkan Wacana Pemakzulan Gibran dan Sengitnya Saling Sindir Tokoh Politik
Redaksi - DPR Debatkan Wacana Pemakzulan Gibran dan Sengitnya Saling Sindir Tokoh Politik
Jakarta, Aktualis.ID - Wacana pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memicu eskalasi ketegangan politik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 12 Oktober 2026. Sejumlah fraksi partai politik di DPR mulai terbelah menyikapi usulan tersebut, sementara ruang publik diwarnai aksi saling sindir antar tokoh nasional menyangkut integritas penyelenggara pemilu dan legitimasi konstitusional pemerintahan baru.
Perdebatan ini tidak hanya menguji soliditas partai-partai pendukung pemerintah, tetapi juga membuka celah gesekan hukum dan politik yang berpotensi menggoyang stabilitas koalisi nasional. Sejumlah partai pengusung pemerintah, di sisi lain, menilai wacana pemakzulan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan hanya manuver elite menjelang tahun politik.
"Wacana pemakzulan ini mengabaikan mekanisme konstitusional yang diatur ketat dalam UUD 1945. Mengaitkan dinamika politik praktis dengan legitimasi wapres hanya akan merusak konsolidasi nasional yang sedang berjalan," ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin (12/10).
Sebaliknya, faksi oposisi dan sejumlah pengamat menilai dinamika ini merupakan akumulasi kekecewaan atas proses hukum dan etik dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 lalu. Celah hukum terkait syarat pencalonan yang sempat memicu polemik etik kini kembali diangkat untuk mendelegitimasi posisi Gibran di kursi kepemimpinan nasional.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.