Drama Politik: PDI-P Sentil PSI soal "Perilaku Raja dan Ambisi Keluarga" Terkait Foto Jokowi

Jakarta, Aktualis.ID - Sebuah foto yang menampilkan Presiden Joko Widodo "menginjak kepala kerbau" baru-baru ini menyebar luas di media sosial, memicu beragam tafsir dan perdebatan di tengah publik. Alih-alih membahas keaslian atau konteks foto tersebut secara gamblang, insiden visual ini justru menjadi pemicu sebuah kritik politik tajam dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang ditujukan kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dalam pernyataan resminya, PDI-P mengkritik keras PSI, menuding partai tersebut "terbuai perilaku raja, padahal ambisi keluarga." Pernyataan ini sontak menarik perhatian dan menyoroti dinamika hubungan antarpartai, khususnya dalam pusaran kekuasaan dan pengaruh politik Presiden Jokowi.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Frasa "terbuai perilaku raja" yang diutarakan PDI-P dapat diinterpretasikan sebagai sindiran terhadap gaya politik yang cenderung absolut, mengesampingkan nilai-nilai demokrasi dan meritokrasi. Istilah "perilaku raja" sendiri seringkali diasosiasikan dengan kepemimpinan yang sentralistik, tidak akuntabel, dan mengabaikan checks and balances dalam sistem pemerintahan demokratis. PDI-P, sebagai partai pengusung utama Jokowi selama dua periode, kini tampak mengambil jarak kritis terhadap arah politik yang dianggap mulai bergeser dari koridor demokrasi.

Sementara itu, "ambisi keluarga" adalah frasa yang lebih spesifik, menunjuk pada dugaan upaya pembangunan dinasti politik atau pengerahan kekuasaan demi kepentingan dan suksesi anggota keluarga tertentu. Kritik ini tidak dapat dipisahkan dari konteks politik pasca-pemilu, di mana isu-isu terkait keluarga presiden dan posisinya dalam kontestasi kekuasaan kerap menjadi sorotan publik. PDI-P tampaknya ingin mengingatkan PSI, yang selama ini dikenal sebagai "partai pendukung Jokowi," tentang batasan etika dan norma demokrasi dalam berpolitik.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement