IHSG Anjlok 1,5% ke 6.895 Poin, Kebijakan Infrastruktur Jadi Pemicu
Jakarta, Aktualis.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan sebesar 1,5 persen pada perdagangan hari ini, Rabu, 29 Juli 2026. Penurunan ini membawa IHSG berakhir di level 6.895,02 poin, membalikkan tren positif yang sempat terjadi di awal pekan. Pelemahan pasar modal nasional ini terutama dipicu oleh sentimen negatif terkait ketidakpastian revisi anggaran infrastruktur nasional yang belum juga diumumkan oleh pemerintah.
Aksi jual masif terlihat di seluruh sektor, dengan saham-saham konstruksi, semen, dan material dasar menjadi penekan utama. Total nilai transaksi mencapai Rp 15,5 triliun, dengan investor asing mencatat penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 1,2 triliun. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek proyek-proyek pembangunan di tengah penundaan pengumuman kebijakan fiskal yang krusial.
Kekhawatiran investor mencuat setelah Kementerian Keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunda pengumuman revisi target belanja infrastruktur untuk paruh kedua tahun 2026. Penundaan ini, yang seharusnya disampaikan pada awal pekan ini, menciptakan spekulasi dan ketidakpastian di kalangan pelaku pasar mengenai keberlanjutan proyek-proyek strategis nasional.
Dr. Mira Santoso, Kepala Riset PT Investa Cemerlang, menyoroti dampak kondisi ini. "Penundaan regulasi dan pengumuman anggaran infrastruktur yang krusial telah memicu kekhawatiran akan prospek pendapatan emiten di sektor konstruksi dan turunannya," ujar Dr. Mira. "Investor cenderung menarik diri dari aset berisiko ketika visibilitas kebijakan jangka panjang berkurang, terutama di sektor yang sangat bergantung pada belanja pemerintah."
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.