Pulau Buas dan Trauma Kampung: Kontradiksi Wajah Rehabilitasi Narkotika Indonesia

Redaksi - Pulau Buas dan Trauma Kampung: Kontradiksi Wajah Rehabilitasi Narkotika Indonesia

Jakarta, Aktualis.ID - Pada Minggu, 11 October 2026, diskursus penanganan narkotika di Indonesia dihadapkan pada kontradiksi tajam ketika Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menggagas opsi kontroversial rehabilitasi di pulau terpencil berpenghuni hewan buas di Jakarta dan wilayah rentan lainnya, di mana pada saat yang sama, aparat dan lembaga sosial berjibaku menjalankan program trauma healing bagi anak-anak korban penggerebekan bandar besar di permukiman padat Jakarta Barat. Kebijakan ini memicu perdebatan serius mengenai efektivitas dan batas kemanusiaan negara dalam memperlakukan korban serta pelaku penyalahgunaan zat terlarang.

Di tengah eskalasi darurat narkotika yang mencengkeram kawasan-kawasan rentan, benturan antara pendekatan pemidanaan yang ekstrem dan kebutuhan pemulihan psikologis warga terdampak kian menguak ke permukaan. Gagasan mengisolasi residivis ke pulau buas dinilai sejumlah kalangan mengabaikan mandat hak asasi manusia serta regulasi rehabilitasi yang seharusnya berfokus pada pemulihan medis dan sosial, alih-alih pemenjaraan terselubung yang menakutkan.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

"Pendekatan mengisolasi pecandu ke pulau buas dengan hewan berbahaya jelas mencederai esensi dasar rehabilitasi medis yang dijamin undang-undang. Ini bukan langkah humanis, melainkan bentuk keputusasaan negara yang memindahkan masalah alih-alih menyelesaikannya dari akar," ujar Dr. Alamsyah Pratama, seorang kriminolog dan pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia, saat ditemui di Jakarta, Minggu (11/10).

Sementara diskursus tingkat tinggi mengenai pulau karantina ekstrem itu bergulir, realitas di tingkat akar rumput menunjukkan wajah penanganan yang jauh berbeda. Di salah satu kampung padat di Jakarta Barat yang baru saja digeledah aparat gabungan pekan ini, tim relawan dan psikolog berupaya memulihkan trauma anak-anak yang menyaksikan kekerasan penangkapan bandar narkoba. Program trauma healing ini menjadi pertanda bahwa dampak ikutan dari peredaran gelap narkotika tidak hanya merusak individu pengguna, tetapi juga menghancurkan rasa aman psikologis satu komunitas penuh.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement