Triliunan Rupiah untuk Bursa, Warga Rentan Dibiarkan Siaga Sendiri Hadapi Bencana
Redaksi - Triliunan Rupiah untuk Bursa, Warga Rentan Dibiarkan Siaga Sendiri Hadapi Bencana
Kritik serupa datang dari kalangan warga terdampak di Kabupaten Sukabumi. Hingga saat ini, warga di zona merah gempa bumi mengaku belum pernah merasakan kehadiran infrastruktur mitigasi yang memadai dari negara, baik berupa shelter evakuasi yang layak maupun alat deteksi dini gempa mandiri.
"Kami tidak mengerti urusan saham atau pasar modal. Yang kami tahu, setiap ada gempa susulan, kami harus lari ke bukit dengan berjalan kaki di jalanan rusak karena tidak ada jalur evakuasi khusus yang dibangun pemerintah," kata Mardiyah (45), seorang warga penyintas gempa di Kecamatan Cikembar, Sukabumi.
Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Padang, Sumatra Barat, beberapa waktu lalu juga menyisakan masalah serupa. Minimnya ketersediaan logistik darurat, posko kesehatan yang lamban berdiri, serta normalisasi sungai yang tertunda menjadi bukti nyata rapuhnya kesiapan infrastruktur darurat di daerah. Di sisi lain, suntikan likuiditas untuk pengamanan sektor pasar modal terus mengalir tanpa hambatan birokrasi yang rumit.
Para pengamat anggaran mendesak pemerintah untuk melakukan audit ulang terhadap skala prioritas nasional. Tanpa adanya perombakan alokasi anggaran yang berpihak langsung pada keselamatan rakyat di daerah rawan bencana, ketimpangan struktural ini dikhawatirkan akan terus memakan korban jiwa setiap kali bencana alam melanda.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.