Triliunan Rupiah untuk Bursa, Warga Rentan Dibiarkan Siaga Sendiri Hadapi Bencana
Redaksi - Triliunan Rupiah untuk Bursa, Warga Rentan Dibiarkan Siaga Sendiri Hadapi Bencana
Jakarta, Aktualis.ID - Di tengah ancaman siklus bencana hidrometeorologi dan geologis yang berulang di berbagai penjuru negeri, Minggu (11/10/2026), potret ketimpangan perlindungan negara kian telanjang. Ketika banjir bandang di Padang dan gempa bumi berulang di Sukabumi menyisakan puing-puing kehancuran serta minimnya fasilitas evakuasi darurat, pemerintah pusat justru menggelontorkan alokasi dana perlindungan pasar modal jumbo mencapai Rp17,89 triliun demi meredam gejolak sektor finansial elite.
Kebijakan fiskal tersebut memicu kritik tajam dari berbagai kalangan pengamat dan masyarakat sipil. Alokasi dana jumbo untuk stabilisasi bursa saham ini dinilai mengabaikan keselamatan warga di daerah rawan bencana yang hingga kini masih mengandalkan sistem peringatan dini konvensional dan jalur evakuasi seadanya.
Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik, Raditya Pramana, menilai alokasi anggaran perlindungan pasar modal menunjukkan distorsi prioritas yang akut di tubuh pemerintahan. Menurutnya, negara tampak lebih sigap menyelamatkan aset para investor ketimbang menjamin hak hidup warga negara yang terancam nyawanya setiap kali bencana datang.
"Sangat kontradiktif ketika instrumen finansial bernilai belasan triliun rupiah digelontorkan seketika untuk meredam kepanikan pasar modal, sementara anggaran mitigasi bencana di daerah-daerah seperti Padang dan Sukabumi selalu tersendat dengan alasan keterbatasan fiskal," ujar Raditya saat dihubungi di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.