Mutasi 7 Wakapolda di Tengah Eskalasi Demonstrasi: Pergeseran SOP atau Rotasi Biasa?
Redaksi - Mutasi 7 Wakapolda di Tengah Eskalasi Demonstrasi: Pergeseran SOP atau Rotasi Biasa?
Jakarta, Aktualis.ID - Kepolisian Republik Indonesia melakukan perombakan besar di tingkat kepolisian daerah dengan memutasi tujuh posisi Wakapolda secara serentak pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kebijakan administratif yang diumumkan di Jakarta ini terjadi di tengah eskalasi penanganan unjuk rasa berujung penangkapan paksa terhadap sejumlah demonstran di berbagai wilayah. Penyesuaian struktur kepemimpinan daerah ini memunculkan pertanyaan mendalam dari kalangan masyarakat sipil mengenai potensi pergeseran Standar Operasional Tubuh Kepolisian dalam menangani kebebasan berpendapat, bukan sekadar rotasi internal biasa.
Direktur Eksekutif Lembaga Studi Advokasi Kepolisian (LEMASAP), Edi Hasibuan, menilai langkah mutasi ini tidak bisa dibaca sekadar sebagai penyegaran organisasi rutin. Menurutnya, penempatan figur-figur baru di lini komando operasional daerah patut dicermati kaitannya dengan pola penindakan massa yang kian represif dalam sebulan terakhir.
"Pergantian tujuh Wakapolda ini beririsan langsung dengan eskalasi lapangan yang berdarah dan penuh penangkapan sewenang-wenang. Publik harus melihat apakah penempatan ini membawa mandat pengetatan prosedur atau justru pengerasan pendekatan keamanan," ujar Edi Hasibuan saat dihubungi di Jakarta, Minggu (11/10).
Di sisi lain, respons kritis juga datang dari kalangan purnawirawan TNI yang menyoroti tajam dinamika politik hukum nasional saat ini. Sejumlah jenderal purnawirawan mengingatkan agar institusi penegak hukum tidak terjebak dalam pendekatan militeristik menghadapi demonstrasi damai.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.