IHSG Anjlok 1,5% ke 6.895 Poin, Kebijakan Infrastruktur Jadi Pemicu
Sektor infrastruktur memang dikenal sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan pemerintah dan alokasi anggaran, mengingat sebagian besar proyek besar didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Pada tahun 2025, sektor ini sempat mengalami lonjakan investasi setelah pemerintah mengumumkan percepatan beberapa proyek strategis, namun kini sentimen tersebut berbalik arah.
Menanggapi volatilitas pasar, Bapak Budi Hartono, Direktur Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI), menyatakan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan pasar. "Kami terus memantau pergerakan pasar dan berkoordinasi dengan regulator terkait untuk memastikan stabilitas dan transparansi informasi," kata Budi. "Namun, penting bagi investor untuk selalu melakukan riset mendalam dan tidak panik dalam menghadapi volatilitas yang disebabkan oleh faktor eksternal seperti ketidakpastian kebijakan." Pelemahan IHSG ini berpotensi memberikan tekanan pada kepercayaan investor domestik dan asing, serta dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencari pendanaan melalui pasar modal di masa mendatang.