Peternak Lempar Ribuan Ayam Mati ke Kantor PLN Karawang, Tuntut Ganti Rugi
Karawang, Aktualis.ID - Ratusan peternak ayam yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Mandiri (APM) Karawang melancarkan aksi protes keras di depan Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Karawang, Jawa Barat, siang ini, Kamis, 30 Juli 2026. Mereka melemparkan ribuan bangkai ayam yang mati akibat pemadaman listrik bergilir ke halaman dan pintu masuk kantor tersebut. Aksi ini merupakan puncak kekesalan peternak yang menuntut pertanggungjawaban dan solusi atas kerugian besar yang mereka alami.
Massa yang datang menggunakan beberapa truk pick-up membawa tumpukan bangkai ayam broiler yang sudah membusuk. Dengan emosi, mereka melemparkan bangkai-bangkai tersebut, memenuhi area depan kantor PLN dengan bau menyengat. Pemadaman listrik yang terjadi secara sporadis dan tanpa pemberitahuan memadai selama seminggu terakhir disebut sebagai penyebab utama kematian massal ayam-ayam mereka, yang sangat bergantung pada sistem ventilasi dan pendingin listrik.
"Kami sudah rugi puluhan juta rupiah. Ayam-ayam kami mati lemas karena kipas tidak berfungsi saat listrik padam. Ini bukan sekali dua kali, tapi sudah berulang kali. PLN tidak pernah serius menanggapi keluhan kami," ujar Budi Santoso (48), Ketua Asosiasi Peternak Mandiri Karawang, dengan nada tinggi di lokasi kejadian. Ia menambahkan bahwa setiap pemadaman listrik selama lebih dari dua jam dapat menyebabkan kematian ratusan hingga ribuan ekor ayam, terutama pada fase pembesaran.
Insiden ini menyoroti kerentanan sektor peternakan modern skala kecil dan menengah terhadap infrastruktur listrik yang tidak stabil. Peternakan ayam broiler, khususnya yang menggunakan kandang tertutup (closed house), sangat bergantung pada pasokan listrik untuk operasional kipas pendingin, pemanas, dan sistem pakan otomatis. Tanpa listrik, suhu dalam kandang dapat melonjak drastis, menyebabkan stres panas dan kematian massal dalam hitungan jam. Kondisi ini ironis mengingat pemerintah gencar mendorong modernisasi pertanian, namun belum diimbangi dengan jaminan infrastruktur pendukung yang memadai.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.