Ribuan Petugas Gabungan Amankan Aksi Damai Kelompok Silat di Surabaya
Di sisi lain, kehadiran ribuan petugas dengan kendaraan taktis di pusat kota menimbulkan dampak tidak langsung bagi aktivitas ekonomi warga. Beberapa pedagang kaki lima di sekitar Jalan Gubernur Suryo mengaku omzet mereka menurun drastis karena pembatasan akses dan suasana yang kurang kondusif. "Biasanya Jumat ramai, tapi hari ini sepi sekali. Pembeli takut mungkin melihat banyak polisi dan tentara," keluh Ibu Siti, seorang pedagang gorengan yang biasa berjualan di trotoar dekat Balai Kota.
Pengamat Sosial dari Universitas Airlangga, Dr. Budi Santoso, M.Si., menyoroti fenomena ini sebagai dilema. "Ini menunjukkan adanya ketidakpercayaan laten yang masih harus diatasi. Aksi damai yang memerlukan pengamanan sebesar ini mengindikasikan bahwa akar masalah konflik antar-kelompok belum sepenuhnya tuntas. Pemerintah dan tokoh masyarakat perlu terus berdialog untuk membangun jembatan komunikasi yang lebih kuat," jelas Dr. Budi.
Hingga sore hari, aksi damai berlangsung tertib tanpa insiden berarti. Para anggota perguruan silat membubarkan diri secara teratur setelah menyampaikan pesan-pesan persatuan. Namun, jejak pengerahan aparat keamanan yang masif tetap menjadi sorotan, mengingatkan akan kompleksitas menjaga harmoni di tengah keberagaman komunitas di Surabaya.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.