RI Deflasi 0,14% pada Juli 2026: BPS Soroti Pangan dan Transportasi

Secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 2,85 persen (year-on-year/yoy), masih dalam rentang target Bank Indonesia. Namun, deflasi bulanan ini menjadi sinyal penting bagi otoritas moneter dan fiskal. Deflasi yang berkepanjangan dapat mengindikasikan melemahnya permintaan agregat dan perlambatan ekonomi, mendorong konsumen menunda pembelian dengan harapan harga akan terus turun, menciptakan lingkaran setan yang menghambat pertumbuhan.

Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, menyoroti dampak deflasi pada sektor riil. "Deflasi ini, terutama yang berasal dari sisi pasokan berlebih, bisa menjadi pedang bermata dua. Petani kita mungkin senang melihat harga pupuk stabil, tetapi jika harga jual produk mereka anjlok, pendapatan mereka tergerus," kata Tauhid. "Pemerintah dan Bank Indonesia perlu mencermati apakah ini hanya fluktuasi musiman atau indikasi awal perlambatan permintaan yang lebih struktural."

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Kondisi ini menuntut respons kebijakan yang cermat. Bank Indonesia mungkin akan mempertimbangkan kembali arah kebijakan suku bunga, sementara pemerintah perlu memastikan stabilitas harga di tingkat produsen melalui kebijakan subsidi atau penyerapan hasil panen untuk menjaga keseimbangan. Tanpa intervensi yang tepat, deflasi yang berlebihan dapat memukul sektor pertanian dan UMKM, yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement