Petugas Damkar Jakarta Timur Meninggal Dunia Usai Alami Nyeri Dada Saat Padamkan Api di Kramat Jati
Rekan kerja almarhum, Doni Setiawan, yang berada di lokasi kejadian, menceritakan detik-detik sebelum Budi kolaps. "Kami sedang menyemprotkan air, tiba-tiba Mas Budi memegang dada dan wajahnya pucat. Kami langsung panik dan berusaha menolongnya. Dia memang terlihat sangat kelelahan, tapi tidak pernah mengeluh," kata Doni dengan suara bergetar.
Profesi pemadam kebakaran, yang sering disebut sebagai "pahlawan tanpa tanda jasa", memiliki tingkat stres fisik dan mental yang tinggi. Data dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa petugas pemadam kebakaran memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit kardiovaskular dan masalah pernapasan dibandingkan populasi umum. Oleh karena itu, pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan program kebugaran yang komprehensif menjadi krusial untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat terus meningkatkan fasilitas dan protokol kesehatan bagi para petugas di lapangan.
Keluarga almarhum Budi Santoso telah menerima jenazah dan proses pemakaman akan dilaksanakan hari ini. Pihak Gulkarmat Jakarta Timur menyatakan akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.