100.000 Jemaah Padati Monas dalam Zikir dan Doa Kebangsaan
Monas sendiri telah lama menjadi ikon dan pusat kegiatan publik berskala besar di Ibu Kota, mulai dari perayaan hari besar nasional hingga demonstrasi massa dan acara keagamaan. Kapasitasnya yang luas menjadikannya pilihan utama untuk mengumpulkan massa dalam jumlah besar, meskipun seringkali menimbulkan konsekuensi logistik seperti kemacetan lalu lintas dan penumpukan sampah. Penggunaan ruang publik yang masif ini selalu menjadi perdebatan antara kebutuhan ekspresi publik dan dampaknya terhadap fungsi kota serta kenyamanan warga sekitar.
"Penjualan hari ini lumayan, tapi kami juga harus kucing-kucingan dengan petugas karena dilarang berjualan di dalam area Monas," kata Ibu Siti Aminah, seorang pedagang minuman dingin yang berjualan di trotoar Jalan Medan Merdeka Selatan. "Semoga ke depan ada solusi yang lebih baik bagi kami pedagang kecil saat ada acara besar seperti ini, agar bisa ikut mencari rezeki tanpa harus khawatir ditertibkan."
Setelah acara selesai sekitar pukul 12.30 WIB, jemaah mulai membubarkan diri secara tertib. Petugas kebersihan segera dikerahkan untuk membersihkan area Monas dari tumpukan sampah. Arus lalu lintas di sekitar lokasi berangsur normal pada sore hari, meskipun beberapa titik masih mengalami kepadatan akibat sisa-sisa keramaian.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.