Syarif Korban PHK 20 Tahun Serbu Job Fair Tekan Pengangguran Senior
Jakarta, Aktualis.ID - Syarif harus menelan pil pahit setelah mengakhiri masa pengabdian selama dua dekade di sebuah perusahaan swasta akibat hantaman tekanan ekonomi global yang merembes ke sektor domestik. Pria berusia paruh baya tersebut kini terpaksa berdiri di antara ribuan pencari kerja lainnya dalam bursa kerja atau Job Fair yang diselenggarakan pemerintah pada Kamis, 22 Oktober 2026, demi menyambung hidup usai terkena pemutusan hubungan kerja secara mendadak.
Kisah Syarif merepresentasikan fenomena gunung es dari gelombang pemutusan hubungan kerja sektor formal yang belakangan ini semakin masif menyasar para pekerja dengan masa kerja panjang. Kehadiran para pekerja senior di bursa kerja memunculkan tantangan tersendiri dalam ekosistem ketenagakerjaan nasional, mengingat perusahaan kerap mencari tenaga kerja muda dengan ekspektasi gaji yang lebih kompetitif.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Kementerian Ketenagakerjaan hingga kuartal ketiga tahun ini, tren pemutusan hubungan kerja di sektor formal menunjukkan lonjakan signifikan yang didorong oleh efisiensi korporasi dan penurunan volume ekspor. Sektor manufaktur dan tekstil tercatat sebagai penyumbang angka pemutusan hubungan kerja tertinggi yang memaksa ribuan buruh dan karyawan administrasi senior kehilangan sumber pendapatan utama.
Di lokasi bursa kerja, Syarif tampak membawa setumpuk berkas lamaran kerja di dalam map biru tua sambil memantau papan pengumuman perusahaan yang membuka lowongan bagi kelompok usia berpengalaman. Ia mengaku tidak pernah membayangkan harus kembali merangkak dari bawah setelah puluhan tahun mendedikasikan diri membangun karier di satu tempat kerja yang sama.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.