Suahasil Rombak 5 Pejabat Eselon I Kemenkeu, Efisiensi APBN dan Target Ekonomi 6% Jadi Ujian

Sementara itu, Nufransa Wira Sakti sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan mendapat mandat memperbaiki cara kerja internal dan desain transfer ke daerah. Prinsip “kenali daerah” yang ditekankan Suahasil mengarah pada kebutuhan memahami perbedaan karakteristik ekonomi, kapasitas fiskal, kebutuhan pembangunan, serta kemampuan pelaksanaan anggaran di setiap wilayah.

Kebijakan transfer ke daerah yang efektif harus mempertimbangkan kesenjangan infrastruktur, kebutuhan layanan dasar, tingkat kemiskinan, dan kemampuan pemerintah daerah mengelola anggaran. Formula yang terlalu seragam berisiko kurang responsif terhadap persoalan lokal. Sebaliknya, desain transfer yang tepat sasaran dapat membantu memperkuat pelayanan publik sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di luar pusat pertumbuhan utama.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Dua staf ahli, Neilmaldrin Noor dan Hidayat Amir, diminta memberikan rekomendasi strategis yang mencakup berbagai unit Kemenkeu. Neilmaldrin diharapkan memperkuat pengawasan perpajakan berbasis data dan mendukung integrasi sistem administrasi, termasuk Coretax. Hidayat Amir diharapkan memberikan analisis menyeluruh mengenai ekonomi makro dan keuangan internasional untuk membantu pemerintah merespons perubahan kondisi global.

APBN 2026 Harus Menghasilkan Dampak Ekonomi Nyata

Pergantian pejabat berlangsung ketika pelaksanaan APBN 2026 memasuki periode akhir tahun. Pada tahap ini, perhatian pemerintah bukan hanya memastikan program berjalan sesuai jadwal, tetapi juga mengevaluasi apakah belanja negara mampu memperkuat konsumsi rumah tangga, mendorong investasi, menjaga layanan publik, dan meningkatkan produktivitas.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement