Studi Terbaru Ungkap Konten Buatan AI Picu Ingatan Palsu pada Manusia
Redaksi - Studi Terbaru Ungkap Konten Buatan AI Picu Ingatan Palsu pada Manusia
"Masyarakat kita sedang berhadapan dengan musuh baru yang tidak kasat mata. Konten buatan AI mampu menanamkan memori palsu secara permanen di otak manusia, dan jika dibiarkan tanpa regulasi, ini akan merusak nalar kolektif bangsa secara masif," ujar Aryo saat dihubungi di Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital didesak untuk memperketat mekanisme verifikasi konten serta memaksa platform digital internasional bertanggung jawab penuh atas peredaran materi sintetis. Pemerintah dinilai lamban dalam merespons eskalasi ancaman teknologi generatif yang berkembang pesat dalam dua tahun terakhir.
Pengamat media sosial, Rini Wulandari, menambahkan bahwa algoritma rekomendasi di berbagai platform digital terbukti mempercepat distribusi konten palsu tersebut ke kelompok masyarakat rentan. Ia mendesak platform teknologi untuk menerapkan label transparan pada setiap produk visual maupun audio buatan mesin.
"Platform digital tidak boleh lepas tangan. Transparansi melalui pelabelan konten AI adalah harga mati untuk melindungi kognisi publik dari pembajakan memori yang dilakukan pihak tak bertanggung jawab," tegas Rini.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.