Bank Indonesia Tahan BI Rate 5,75 Persen dan Naikkan Insentif Hedging

"Kami melihat langkah mempertahankan BI Rate memberikan ruang napas bagi likuiditas korporasi, meskipun tantangan biaya dana di perbankan komersial belum mengalami penurunan signifikan," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia dalam keterangan resminya pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Bagi sektor perbankan domestik, kebijakan ini berarti beban biaya dana atau cost of funds masih akan berada pada tren datar dalam beberapa bulan ke depan. Bank-bank komersial dituntut untuk lebih selektif dalam menyalurkan kredit demi menjaga kualitas aset dan rasio kredit macet.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Kendati demikian, Otoritas Jasa Keuangan menilai likuiditas perbankan nasional masih berada dalam kondisi yang sangat memadai untuk menopang ekspansi kredit. Pertumbuhan penyaluran pinjaman diproyeksikan tetap terjaga seiring dengan meningkatnya permintaan dari sektor-sektor prioritas.

"Perbankan nasional memiliki bantalan modal dan likuiditas yang kuat untuk menyerap dampak dari kebijakan suku bunga saat ini tanpa mengorbankan fungsi intermediasi," ungkap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia dalam sesi konferensi pers.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement