Airlangga Hartarto Kucurkan Anggaran Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening
Untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan, pemerintah telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur perbankan nasional, termasuk perluasan jaringan agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif). Evaluasi ini krusial mengingat luasnya wilayah geografis Indonesia yang memerlukan ketersediaan koneksi internet stabil serta ketersediaan perangkat penunjang verifikasi data kependudukan.
"Kami menyadari tantangan geografis dan teknis di lapangan sangat kompleks. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur teknologi informasi perbankan terus kami uji coba secara berkala agar proses pembukaan rekening dapat dilakukan secara real-time bahkan di wilayah terpencil," tambah Airlangga.
Selain aspek infrastruktur, koordinasi lintas sektoral juga diintensifkan dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk mempermudah proses verifikasi identitas calon nasabah baru. Integrasi data kependudukan ini dinilai menjadi kunci utama untuk memangkas birokrasi yang kerap menjadi hambatan masyarakat lapisan bawah dalam mengakses layanan keuangan.
Sejumlah pengamat perbankan menilai bahwa keberhasilan program satu orang satu rekening ini sangat bergantung pada konsistensi edukasi finansial yang diberikan kepada masyarakat penerima manfaat. Tanpa pemahaman literasi keuangan yang memadai, dikhawatirkan rekening yang telah dibuka akan kembali pasif atau tidak dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan produktif.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.