Ajudan Gubernur Kaltim menyampaikan permintaan maaf terbuka setelah diduga bersikap arogan dan menyenggol mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di Samarinda.
Langkah tersebut diumumkan setelah Gubernur mempertimbangkan berbagai masukan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kalimantan Timur. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap suara publik.