Prabowo Panggil Menkeu dan BI Bahas Mitigasi Fiskal serta Karhutla

Redaksi - Prabowo Panggil Menkeu dan BI Bahas Mitigasi Fiskal serta Karhutla

Jakarta, Aktualis.ID - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan jajaran petinggi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara ke Istana Kepresidenan pada Rabu, 21 Oktober 2026. Pertemuan tingkat tinggi tersebut digelar secara tertutup guna merumuskan langkah strategis perekonomian nasional sekaligus memperkuat kesiapsiagaan negara dalam menghadapi ancaman iklim ekstrem dan kebakaran hutan serta lahan atau karhutla. Fokus utama pembahasan diarahkan pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter agar mampu meredam tekanan global serta mengamankan anggaran darurat penanggulangan bencana di berbagai daerah.

Langkah cepat kepala negara ini diambil menyusul eskalasi anomali cuaca yang mulai berdampak terhadap sejumlah wilayah sentra produksi pertanian dan kawasan rawan titik panas di Sumatra serta Kalimantan. Pemerintah menilai sinergi lintas lembaga menjadi instrumen krusial untuk memastikan ketersediaan dana cadangan, tanpa harus mengorbankan stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi domestik yang sedang dijaga ketat oleh bank sentral. Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya kecepatan eksekusi anggaran agar penanganan bencana lingkungan tidak mengalami hambatan birokrasi di tingkat kementerian maupun daerah.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

"Kita tidak boleh terlambat mengantisipasi dampak iklim ekstrem yang nyata-nyata mengancam stabilitas pangan dan keselamatan warga. Semua instrumen fiskal dan investasi harus bergerak cepat ke lapangan," ujar Presiden Prabowo dalam pengantar rapat terbatas tersebut.

Menanggapi instruksi kepala negara, Menteri Keuangan menyatakan kesiapan kementeriannya untuk segera melakukan realokasi dan penebalan anggaran mitigasi bencana pada APBN 2026. Ia memastikan bahwa ruang fiskal yang tersedia saat ini masih cukup aman untuk menopang kebutuhan mendesak penanganan karhutla, termasuk pengadaan operasi modifikasi cuaca dan pengerahan sarana pemadaman darat maupun udara. Koordinasi intensif juga langsung dijalankan bersama pemerintah daerah untuk mempercepat pencairan dana belanja tak terduga.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement