"Kami menemukan seluruh instrumen pembuatan sabu berstandar sindikat internasional di lokasi ini, mulai dari alat pemurni hingga bahan baku kimia berbahaya," ujar Kepala BNN di lokasi penggerebekan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Penyitaan barang bukti seberat 1,2 ton sabu ini mencatatkan rekor tangkapan terbesar di wilayah Sumatra sepanjang tahun berjalan. Jumlah tersebut diproyeksikan mampu menyelamatkan jutaan jiwa dari ancaman penyalahgunaan zat adiktif.
"Operasi ini membuktikan komitmen negara untuk memutus rantai pasok narkotika dari hulu hingga hilir. Kami tidak akan memberikan ruang bagi produsen maupun pengedar di bumi Indonesia," tegas juru bicara Polri dalam keterangan resminya.
Jaringan produsen yang terlibat dalam operasional laboratorium rahasia ini diketahui memiliki akses langsung ke jalur laut lepas. Mereka menggunakan pelabuhan tikus di pesisir Sumatra untuk memasukkan bahan baku impor sekaligus mendistribusikan hasil produksi ke berbagai kota besar.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.