Jember, Aktualis.ID - Pemerintah Kabupaten Jember memberlakukan sistem kerja dari rumah atau work from home bagi Aparatur Sipil Negara menyusul krisis energi lokal akibat terganggunya rantai pasok distribusi Bahan Bakar Minyak. Kebijakan darurat ini diambil setelah pasokan BBM di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum mengalami kelangkaan parah dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut semakin diperparah dengan temuan investigasi di lapangan terkait dugaan praktik penimbunan BBM bersubsidi yang dilakukan oleh oknum pengendara di tengah kesulitan masyarakat. Aparat penegak hukum kini meningkatkan pengawasan ketat dan menindak tegas para pelaku penimbunan yang memperkeruh situasi krisis energi di daerah.
"Kami tidak akan memberikan toleransi bagi pihak-pihak yang mencoba mencari keuntungan pribadi di tengah kesulitan masyarakat akibat hambatan distribusi energi ini," ujar perwakilan resmi Pemkab Jember pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Pihak kepolisian setempat memastikan proses penegakan hukum berjalan tanpa kompromi terhadap siapa pun yang terlibat dalam rantai penimbunan ilegal tersebut. Penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk mengurai hambatan pasokan dari depot hingga ke tingkat penyalur resmi.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.