Kacamata AI Ray-Ban Meta Meluncur di Indonesia Tantang Aturan Privasi Data
Redaksi - Kacamata AI Ray-Ban Meta Meluncur di Indonesia Tantang Aturan Privasi Data
Kalangan konsumen sendiri menunjukkan sikap terbelah antara antusiasme terhadap adopsi teknologi mutakhir dan kecemasan atas potensi pengintaian massal. Sejumlah lembaga swadaya masyarakat bidang hak digital mendesak agar ada moratorium atau uji petik independen sebelum produk tersebut bebas digunakan di ruang publik. Mereka mengkhawatirkan normalisasi pengawasan tanpa izin di ruang-ruang publik terbuka seperti transportasi umum dan pusat perbelanjaan.
Koordinasi lintas lembaga antara Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) bersama Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mulai diintensifkan guna mengantisipasi potensi kebocoran data biometrik. Data visual yang diambil secara terus-menerus oleh kacamata tersebut dikhawatirkan menjadi komoditas empuk bagi peretas internasional apabila sistem penyimpanan awan mengalami pembobolan.
Pihak pemegang merek di Indonesia sejauh ini mengklaim bahwa perangkat mereka telah dilengkapi fitur pengaman privasi internal serta sensor indikator fisik yang menyala saat fungsi kamera diaktifkan. Kendati demikian, tekanan publik agar ada transparansi penuh dari korporasi teknologi global tersebut masih terus mengalir seiring mendekati tanggal distribusi perdana di pasaran.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.