Kemenaker Percepat Reskilling Tenaga Kerja Hadapi Disrupsi AI Industri

Jakarta, Aktualis.ID - Kementerian Ketenagakerjaan mempercepat pelaksanaan program ulang keterampilan atau reskilling tenaga kerja nasional guna merespons gelombang disrupsi teknologi dan adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence di berbagai sektor industri dalam negeri. Langkah taktis ini diambil untuk mencegah lonjakan pengangguran struktural akibat peralihan fungsi tenaga manusia ke sistem otomatisasi digital yang masif di pasar tenaga kerja.

Berdasarkan data internal kementerian, sektor manufaktur tekstil, layanan keuangan perbankan konvensional, serta industri logistik dan pergudangan menjadi tiga bidang pekerjaan yang paling rentan terhadap otomatisasi AI dalam dua tahun terakhir. Efisiensi operasional yang didorong oleh algoritma cerdas telah memangkas kebutuhan tenaga kerja administratif hingga mencapai tiga puluh persen di beberapa perusahaan skala besar.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa percepatan program pelatihan ulang ini difokuskan pada penguasaan keterampilan teknis baru yang sulit direplikasi oleh mesin. "Kami tidak bisa melawan arus otomatisasi, yang harus dilakukan adalah mentransformasi kapasitas pekerja kita agar mampu mengoperasikan, mengawasi, dan mengembangkan teknologi itu sendiri," ujarnya di kantor Kementerian Ketenagakerjaan.

Fokus utama dari kurikulum reskilling ini mencakup pengenalan dasar analitik data, pemeliharaan sistem robotika industri, serta pengoperasian perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan untuk sektor jasa. Pemerintah menargetkan sedikitnya satu juta tenaga kerja dari berbagai latar belakang industri terdampak dapat menyelesaikan program pelatihan intensif ini hingga akhir tahun anggaran.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement