Greenpeace Bentangkan Spanduk Tuntut Pengendalian Polusi di Bundaran HI

Redaksi - Greenpeace Bentangkan Spanduk Tuntut Pengendalian Polusi di Bundaran HI

Jakarta, Aktualis.ID - Puluhan aktivis lingkungan dari organisasi Greenpeace Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa pagi, 20 Oktober 2026. Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk berukuran besar yang memuat desakan keras kepada pemerintah agar segera mengambil langkah nyata dalam mengatasi krisis pencemaran udara perkotaan yang kian memburuk. Kehadiran massa di tengah arus lalu lintas yang padat sempat menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas di kawasan protokol tersebut.

Aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu difokuskan pada tuntutan spesifik terkait transparansi data emisi industri serta penegakan hukum yang lebih tegas terhadap korporasi yang menyumbang polusi tinggi di wilayah aglomerasi Jabodetabek. Greenpeace menilai bahwa kebijakan mitigasi perubahan iklim dan pengendalian polusi yang diterapkan oleh pemerintah selama ini masih lamban dan belum menyentuh akar permasalahan lingkungan yang sebenarnya.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Juru kampanye iklim dan energi Greenpeace Indonesia, Rahmawati, menyatakan bahwa aksi ini terpaksa dilakukan kembali karena ruang dialog formal kerap menemui jalan buntu. Menurutnya, pemerintah daerah maupun pusat harus segera mendeklarasikan darurat pencemaran udara dengan menerbitkan kebijakan pembatasan emisi yang ketat dan mengikat bagi seluruh sektor industri.

"Kami mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat untuk berhenti melakukan pembiaran terhadap aktivitas industri dan transportasi yang meracuni udara warga setiap hari. Kebijakan pengendalian emisi harus diperketat tanpa kompromi, bukan sekadar imbauan administratif yang diabaikan," ujar Rahmawati di sela-sela aksi unjuk rasa tersebut.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement