Investasi KEK Tembus Rp382 Triliun, Serap 302 Ribu Pekerja: Ekonom Ingatkan Dampak ke Daerah Belum Merata

Investasi Besar, tetapi Dampaknya Perlu Diukur

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut KEK sebagai instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi nyata, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan produktivitas. Pemerintah menempatkan pengembangan kawasan tersebut sebagai salah satu bagian dari strategi untuk mengejar sasaran pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Indonesia saat ini memiliki 25 KEK, terdiri atas tujuh kawasan di Pulau Jawa dan 18 kawasan di luar Jawa. Berdasarkan sektor pengembangannya, terdapat 13 KEK industri, enam KEK pariwisata, dua KEK kesehatan, satu KEK digital, dua KEK teknologi dan edukasi, serta satu KEK jasa lainnya. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa KEK tidak hanya diarahkan untuk pengolahan bahan mentah, tetapi juga untuk pengembangan jasa modern dan ekonomi berbasis pengetahuan.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Dari sisi ekonomi, investasi di kawasan khusus dapat menciptakan beberapa lapisan manfaat. Perusahaan yang membangun pabrik, hotel, pusat kesehatan, atau fasilitas digital membutuhkan tenaga kerja, bahan baku, jasa transportasi, energi, serta layanan pendukung. Permintaan tersebut berpotensi menciptakan peluang bagi usaha lokal, mulai dari pemasok industri dan penyedia logistik hingga usaha makanan, penginapan, dan perdagangan.

Akan tetapi, manfaat tersebut tidak muncul secara otomatis. Jika bahan baku, tenaga ahli, dan jasa pendukung lebih banyak didatangkan dari luar wilayah, sebagian manfaat ekonomi dapat mengalir keluar dari daerah tempat KEK berada. Karena itu, ukuran keberhasilan kawasan tidak cukup hanya berdasarkan nilai investasi yang masuk, tetapi juga harus melihat keterlibatan pemasok lokal, tingkat upah, kualitas pekerjaan, dan pertumbuhan usaha masyarakat sekitar.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement