Bursa Efek Indonesia Depak 80 Saham HSC Termasuk DCII dan BREN dari IHSG
Di sisi lain, Asosiasi Analis Efek Indonesia menilai kebijakan ini menimbulkan efek kejut yang luar biasa bagi para pelaku pasar domestik, khususnya investor ritel pemula. Para investor ritel yang telanjur memegang saham-saham eks-HSC tersebut kini menghadapi risiko penurunan nilai portofolio yang tajam akibat hilangnya likuiditas dari reksa dana indeks yang sebelumnya menjadi pembeli siaga.
Para pelaku pasar mendesak agar bursa memberikan masa transisi yang lebih longgar guna meredam potensi kepanikan massal. Tekanan jual terlihat masif pada sesi pertama perdagangan, memaksa sistem penghentian perdagangan sementara atau trading halt diaktifkan pada beberapa sektor pendukung.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, pihak BEI menegaskan telah menyiapkan berbagai instrumen mitigasi risiko untuk meredam kepanikan pasar. Otoritas bursa memastikan sistem perdagangan tetap berjalan normal dan mengimbau investor agar tidak mengambil keputusan reaktif yang didorong oleh kepanikan sesaat.
"Kami meminta seluruh investor ritel untuk tetap tenang dan mencermati fundamental masing-masing emiten secara objektif. Penghapusan dari indeks utama bukan berarti operasional perusahaan emiten tersebut berhenti," tambah perwakilan otoritas bursa dalam kesempatan yang sama.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.