Bareskrim Polri Bongkar TPPO Perekrutan WNI Jadi Tentara Rusia

Jalur keberangkatan para korban diatur secara cermat untuk menghindari kecocokan data dengan sistem pengawasan imigrasi resmi. Korban umumnya diberangkatkan menggunakan visa pelancong atau visa kunjungan singkat ke negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara sebelum diterbangkan menuju wilayah Eropa Timur yang berbatasan langsung dengan zona konflik.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko menambahkan bahwa koordinasi intensif terus dijalankan bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna melacak keberadaan WNI yang sudah terlanjur tiba di wilayah penempatan militer tersebut. Proses repatriasi dan penyelamatan korban menjadi prioritas utama penanganan kasus ini.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

"Negara hadir untuk melindungi setiap warga negaranya dari ancaman eksploitasi lintas negara. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan militer swasta atau pengamanan luar negeri yang tidak memiliki izin resmi dari instansi berwenang," tegas Trunoyudo.

Fokus penyidikan kini diarahkan pada perburuan aktor intelektual di balik sindikat pengiriman tentara bayaran ini. Tim penyidik Bareskrim Polri tengah berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum internasional melalui jalur Interpol guna memburu pihak-pihak pengendali utama yang berada di luar yurisdiksi nasional.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement