Mendagri Gelontorkan Insentif Rp 1 Triliun untuk Sukseskan Program Makan Bergizi

Selain aspek kecepatan, indikator penilaian juga mencakup keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai penyedia bahan baku makanan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program Makan Bergizi tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.

"Pelibatan petani, nelayan, dan pedagang pasar tradisional di daerah adalah harga mati. Kami ingin rantai pasok makanan ini bersumber dari potensi lokal sehingga perputaran uang tetap berada di wilayah masing-masing," tambah perwakilan direktorat jenderal terkait.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Menanggapi kebijakan tersebut, sejumlah pemerintah daerah langsung merespons dengan menyusun draf regulasi turunan dan memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan serta dinas pendidikan setempat. Sebagian besar kepala daerah menyambut baik tantangan ini karena dianggap mampu mempercepat pembangunan manusia di wilayah mereka.

"Kami di daerah siap berlomba secara sehat untuk mendapatkan insentif tersebut. Fokus utama kami tetap pada kualitas gizi yang diterima oleh anak sekolah, sehingga akuntabilitas dan kecepatan eksekusi akan menjadi prioritas utama," ungkap salah satu kepala daerah yang mewakili Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement