Jeritan Warga Soe di Balik Keringnya Keran Air: “Tetes Terakhir untuk Anak Kami”

Kondisi tersebut berlangsung ketika NTT menghadapi musim kemarau yang lebih berat akibat pengaruh fenomena iklim El Niño 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memperingatkan bahwa El Niño pada 2026 berpotensi bertahan hingga awal 2027 dan meningkatkan risiko kemarau yang lebih kering serta berkepanjangan.

Secara khusus, BMKG menyebut wilayah selatan NTT perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak El Niño. Wilayah selatan NTT juga mengalami puncak musim kemarau lebih awal dibandingkan sebagian wilayah lainnya.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

TTS bahkan masuk dalam pemetaan wilayah yang disebut mengalami dampak El Niño parah di NTT. Selain TTS, wilayah lain yang disebut dalam pemetaan tersebut adalah Kabupaten Kupang, Lembata, Sumba Timur, Sumba Barat Daya dan Sabu Raijua.

Dampaknya terasa semakin nyata ketika musim kering bertemu dengan terbatasnya ketersediaan air. Sumber-sumber air yang selama ini menjadi penopang kebutuhan masyarakat mengalami tekanan akibat rendahnya curah hujan. Dalam situasi seperti ini, setiap penurunan debit sumber air dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang bergantung pada jaringan distribusi air.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement