Jeritan Warga Soe di Balik Keringnya Keran Air: “Tetes Terakhir untuk Anak Kami”
Timor Tengah Selatan, Aktulis.ID - Jeriken kosong kini menjadi pemandangan yang akrab bagi sebagian warga di pinggiran Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Di tengah kemarau yang berkepanjangan, warga harus menghadapi kenyataan bahwa air bersih yang selama ini mengalir dari keran rumah semakin sulit diperoleh.
Bagi sebagian keluarga, persoalan itu bukan lagi sekadar ketidaknyamanan. Air telah berubah menjadi kebutuhan yang harus diperjuangkan setiap hari. Ketika keran berhenti mengalir, aktivitas rumah tangga ikut lumpuh—mulai dari memasak, mencuci, mandi hingga memenuhi kebutuhan minum anak-anak.
“Sudah tiga hari keran di rumah mati total. Air yang tersisa di ember kecil hanya cukup untuk minum dan memasak anak-anak. Kami orang tua terpaksa tidak mandi. Kalau ini terus berlanjut, kami tidak tahu harus mencari air di mana lagi,” ujar Maria, 42 tahun, seorang ibu rumah tangga di kawasan Kesetnana.
Kisah Maria menggambarkan tekanan yang mulai dirasakan masyarakat ketika cadangan air rumah tangga semakin menipis. Jeriken yang biasanya menjadi perlengkapan cadangan kini justru menjadi simbol perjuangan warga mendapatkan beberapa liter air untuk bertahan hingga hari berikutnya.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.