Harga Emas Perhiasan Naik Picu Penurunan Daya Beli Konsumen Ritel Domestik

Redaksi - Harga Emas Perhiasan Naik Picu Penurunan Daya Beli Konsumen Ritel Domestik

Dampak turunan dari lesunya transaksi ritel ini mulai dirasakan oleh para perajin perhiasan skala kecil dan menengah di sentra-sentra produksi seperti Yogyakarta dan Gianyar. Sejumlah rumah produksi terpaksa mengurangi jam kerja para pekerja harian lepas demi menekan biaya operasional bulanan akibat minimnya pesanan baru dari para distributor besar.

Selain menahan pembelian, tren transaksi di pasar domestik saat ini justru didominasi oleh aksi penjualan kembali atau buyback oleh masyarakat. Banyak warga memanfaatkan tingginya harga emas di pasaran untuk mencairkan aset perhiasan mereka guna memenuhi kebutuhan likuiditas tunai di tengah desakan biaya hidup yang terus meningkat.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Ketua Himpunan Pedagang Emas Indonesia (HPEI) Wilayah DKI Jakarta, Bambang Sutrisno, membenarkan fenomena lonjakan volume transaksi penjualan kembali tersebut. Ia mencatat lonjakan warga yang mendatangi gerai-gerai emas untuk menjual perhiasan lama mereka meningkat hampir dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya.

"Masyarakat saat ini cenderung memilih untuk melepas perhiasan yang mereka miliki demi mendapatkan dana segar untuk keperluan konsumtif maupun membayar kewajiban finansial. Arus barang yang masuk ke toko melalui mekanisme buyback jauh lebih tinggi dibandingkan volume barang keluar," ungkap Bambang Sutrisno dalam kesempatan terpisah.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement