Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Gerindra Malut Gaungkan Dua Periode di Tengah Rapor Merah dan Deretan Data Kegagalan

Program andalan Prabowo, Makan Bergizi Gratis, hingga tahun kedua dinilai jauh dari target ideal dan justru membebani APBN secara masif. Ekonom menyoroti besarnya alokasi anggaran awal sebesar Rp71 triliun yang implementasinya di lapangan dipenuhi temuan inefisiensi, kebocoran distribusi, hingga penurunan kualitas gizi yang diberikan. Pemaksaan program ini juga berdampak pada pemangkasan anggaran krusial di kementerian lain, termasuk penundaan perbaikan infrastruktur sekolah dasar dan lambatnya pencairan insentif guru honorer.

2. Birokrasi Membengkak: Inefisiensi "Kabinet Gemuk"

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Keputusan Prabowo membentuk kabinet "super gemuk" dengan lebih dari 100 menteri dan wakil menteri dinilai sebagai salah satu kegagalan manajerial terbesar. Data dari berbagai lembaga pemantau anggaran menunjukkan adanya lonjakan drastis pada belanja pegawai dan operasional kementerian baru. Alih-alih mempercepat kinerja, pemecahan kementerian ini justru menciptakan ego sektoral, tumpang tindih kewenangan (overlapping), dan memperlambat rantai birokrasi, mengkhianati janji reformasi birokrasi yang efisien.

3. Badai PHK dan Tekanan Daya Beli Kelas Menengah

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement