Jakarta, Aktualis.ID - Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Indonesia melandai ke level 3,23 persen secara tahunan pada awal November 2026, didukung oleh kinerja sektor eksternal yang membukukan surplus neraca perdagangan sebesar US$3,36 miliar. Pencapaian ini menunjukkan bahwa stabilitas harga domestik masih terjaga di tengah dinamika perekonomian global yang penuh ketidakpastian. Penurunan tingkat inflasi ini terutama digerakkan oleh meredanya tekanan harga pada komoditas pangan bergejolak yang sebelumnya mendominasi lonjakan indeks harga konsumen. Rilis data resmi dari lembaga statistik negara tersebut memperlihatkan tren positif yang konsisten dalam beberapa bulan terakhir.
Surplus neraca perdagangan sebesar US$3,36 miliar pada periode pelaporan ini ditopang kuat oleh kinerja ekspor nonmigas yang masih menunjukkan ekspansi di pasar internasional. Komoditas andalan seperti minyak kelapa sawit, produk besi dan baja, serta batubara tetap menjadi penyumbang devisa terbesar bagi neraca perdagangan nasional. Di sisi lain, impor bahan baku dan barang modal terpantau stabil, mencerminkan aktivitas industri manufaktur di dalam negeri yang masih berjalan secara optimal tanpa hambatan berarti.
Secara sektoral, surplus perdagangan luar negeri tersebut tidak terlepas dari strategi diversifikasi pasar ekspor yang terus digenjot oleh para pelaku industri nasional ke kawasan nontradisional. Kinerja sektor pengolahan dan pertambangan mendominasi perolehan devisa ekspor, sementara pengiriman produk manufaktur berbasis teknologi mulai menunjukkan peningkatan porsi secara gradual. Kondisi ini memperkuat posisi tawar produk Indonesia di kancah perdagangan global sekaligus mengamankan cadangan devisa negara.
Kepala Badan Pusat Statistik menjelaskan bahwa penurunan laju inflasi hingga menyentuh angka 3,23 persen secara tahunan tidak lepas dari keberhasilan operasi pasar dan terjaganya distribusi pangan antarwilayah. Komoditas utama penekan inflasi pada periode ini meliputi beras, daging ayam ras, serta aneka cabai yang pasokannya melimpah berkat keberhasilan musim panen di berbagai sentra produksi. Koordinasi lintas sektoral antara pemerintah pusat dan daerah terbukti efektif dalam meredam gejolak harga di tingkat eceran.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.