Konflik bermula ketika seekor sapi jantan berukuran muda yang ditemukan di area kandang milik warga di Desa Pusu diklaim oleh pihak tertentu hingga dilaporkan secara resmi ke tingkat desa dan sekretaris desa. Berdasarkan keterangan di lapangan, sapi yang diikat di area peternakan tersebut merupakan milik sah warga yang menemukannya di kandang pribadi, bukan
Ia menilai narasi yang beredar telah merusak nama baiknya dan tidak punya dasar yang benar. “Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar,” kata JK.