Dalam pernyataannya, juru bicara militer Iran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energi atau pelabuhan Iran akan dibalas dengan tindakan yang “menghancurkan dan merusak.”
Pengumuman pengangkatan Mojtaba muncul di tengah perang yang berkecamuk antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel setelah serangan udara besar yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, pada akhir Februari.
ojtaba Khamenei lahir pada 8 September 1969 di kota suci Mashhad. Ia merupakan anak kedua dari Ali Khamenei dan tumbuh dalam keluarga yang sangat berpengaruh dalam politik dan keagamaan Iran.
Wang mengatakan penggunaan kekuatan militer bukanlah jalan untuk menyelesaikan masalah, karena senjata hanya akan melahirkan kebencian baru dan menambah penderitaan, terutama bagi warga sipil.
Rekan sekomite, Mohammad Mehdi Mirbagheri, juga mengonfirmasi dalam sebuah video bahwa sudah ada pandangan mayoritas yang tegas di antara anggota tentang sosok yang akan dipilih.
Trump kemudian menegaskan bahwa hasil akhir yang ia inginkan adalah Iran menyerah, atau setidaknya dibuat tidak lagi berguna dari sisi kemampuan militer. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Gedung Putih masih mempertahankan garis keras terhadap Teheran di tengah eskalasi konflik yang terus berkembang.
Jadi, bila diringkas secara akurat, bantuan yang sedang dicari AS dari pengalaman Ukraina saat ini lebih terkait penanganan drone serang murah seperti Shahed, sementara kebutuhan untuk menghadapi ancaman rudal yang lebih serius ikut mendorong pembicaraan soal pergeseran sistem Patriot.
Di wilayah Givatayim, yang berada dekat Tel Aviv, Reuters juga menampilkan foto kerusakan bangunan setelah serangan rudal Iran. Ini menunjukkan bahwa ancaman hari ini bukan hanya berupa alarm dan pencegatan di udara, tetapi juga berdampak pada kawasan permukiman di sekitar metropolitan Tel Aviv.
Dalam berita resmi bertajuk Hadapi Eskalasi Global, Presiden Prabowo Tegaskan Kesiapan dan Peran Mediasi Indonesia, Sugiono berkata, “Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut.”
Pada Rabu, 4 Maret 2026, televisi pemerintah Iran sempat melaporkan bahwa peti jenazah Khamenei akan ditempatkan di Mosalla Teheran untuk penghormatan publik. Akan tetapi, jadwal itu kembali berubah, dari siang ke malam, lalu kembali ditunda tanpa kepastian waktu.