Sekitar 45 persen impor minyak China diperkirakan melewati selat tersebut. Ketergantungan ini membuat stabilitas jalur pelayaran menjadi kepentingan utama bagi pemerintah China.
Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya untuk mengurangi tekanan ekonomi yang meningkat akibat konflik regional yang melibatkan Iran dan meningkatnya biaya keamanan serta gangguan pada sektor energi di kawasan Teluk.
Gangguan di Selat Hormuz menjadi pemicu utama perubahan itu. Reuters melaporkan lalu lintas kapal di jalur yang biasanya menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia turun tajam, sementara ratusan kapal sempat tertahan di sekitar kawasan tersebut. Dalam situasi itu, pembeli Asia mulai mencari pasokan yang lebih cepat tersedia dan tidak terlalu bergantung
Menurut pernyataan resmi, operasi yang diberi nama “Epic Fury” itu melibatkan berbagai cabang militer Amerika Serikat dengan koordinasi yang sangat intensif. Serangan dilakukan secara presisi terhadap sejumlah fasilitas penting di berbagai wilayah Iran.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia menyatakan pembahasan terkait BoP sedang ditunda (on hold) karena perhatian global tersedot ke eskalasi konflik di Iran. Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut Indonesia juga melakukan konsultasi dengan negara-negara Teluk yang terdampak.
Di tingkat global, bentrokan ini menarik perhatian luas dan memicu pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk menyerukan penghentian aksi militer.
Di Tel Aviv dan Yerusalem, sirene udara meraung berulang kali pada dini hari, memaksa warga bergegas mencari perlindungan di ruang bawah tanah dan fasilitas publik yang difungsikan sebagai tempat aman. Militer Israel mengonfirmasi deteksi “beberapa ancaman rudal” yang melintas di atas wilayahnya.
Penyerahan surat resmi tersebut dilakukan melalui jalur diplomatik. Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menyerahkan langsung surat dukacita dari Presiden Prabowo kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia.
Selain itu, militer AS untuk pertama kalinya menggunakan rudal jarak jauh Precision Strike Missile dalam pertempuran. Sistem tersebut diklaim memberikan kemampuan serangan mendalam dengan presisi tinggi terhadap target strategis di wilayah Iran.
Beijing juga telah menegaskan melalui konferensi pers bahwa serangan militer tersebut tidak memiliki mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan menyerukan penghentian eskalasi konflik tersebut sambil mendukung koordinasi dan dialog diplomatik guna menjaga stabilitas kawasan.