Keputusan tersebut diumumkan Starmer dalam pernyataan rekaman pada Minggu malam, di tengah meningkatnya ketegangan akibat serangan timbal balik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Trump mendorong rakyat Iran untuk merebut kembali kendali pemerintahan mereka sendiri, melihat peluang perubahan rezim setelah hilangnya figur dominan seperti Khamenei.
Pernyataan resmi tersebut menyebut Khamenei sebagai seorang “martir” yang gugur saat menjalankan tugas negara. Pemerintah menegaskan bahwa kematiannya akan menjadi titik awal kebangkitan baru dalam perjuangan melawan pihak-pihak yang mereka sebut sebagai penindas.
Penutupan wilayah udara itu dilakukan segera setelah muncul laporan mengenai serangan udara di sejumlah wilayah Iran, termasuk ibu kota, Teheran.
Dalam pernyataannya, Trump juga menyebut bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menghentikan pengembangan rudal jarak jauh dan mencegah kebangkitan kembali program nuklir Iran. Ia menilai kemampuan militer Iran, termasuk jaringan proksinya di kawasan Timur Tengah, selama ini telah mengancam pasukan AS, sekutu regional, serta jalur
Pemerintah Israel menyatakan serangan itu bersifat preventif untuk mengantisipasi ancaman yang dinilai berasal dari Iran. Otoritas di Tel Aviv mengklaim memiliki informasi intelijen terkait potensi serangan yang tengah dipersiapkan.