Hujan Mundur 30 Hari, El Niño Ancam Sawah dan Ketahanan Pangan dari Jawa hingga NTT
Jawa hingga Nusa Tenggara Berpotensi Menghadapi Kekeringan Lebih Panjang
Wilayah Jawa menjadi salah satu kawasan yang perlu meningkatkan kewaspadaan karena sebagian besar wilayahnya diprediksi baru memasuki musim hujan pada Desember 2026. Kondisi ini penting diperhatikan di daerah sentra produksi padi, jagung, dan komoditas hortikultura yang bergantung pada hujan maupun jaringan irigasi. Apabila ketersediaan air menurun ketika petani mulai mengolah lahan, proses penanaman dapat tertunda dan masa tanam berikutnya ikut bergeser.
Di Jawa Barat, risiko kekeringan pada lahan pertanian telah menjadi perhatian pemerintah. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian melaporkan bahwa hingga 30 September 2026, kekeringan berdampak pada sekitar 16.337 hektare lahan pertanian yang tersebar di 18 kabupaten dan enam kota. Dari luasan tersebut, sekitar 3.026 hektare dilaporkan mengalami puso atau gagal panen. Data ini memperlihatkan bahwa dampak kekeringan bukan sekadar ancaman pada musim mendatang, melainkan telah menimbulkan kerugian di lapangan.
Di Bali, sebagian wilayah diperkirakan memasuki musim hujan pada November, sedangkan sebagian besar wilayah lainnya baru pada Desember 2026. Perbedaan waktu tersebut membuat petani perlu memperhatikan prakiraan berdasarkan kabupaten dan zona musim, bukan hanya mengandalkan kalender tanam tahunan. Kawasan persawahan, lahan hortikultura, serta daerah yang mengandalkan sumber air terbatas berisiko menghadapi kesulitan apabila hujan belum turun secara konsisten.
Ancaman serupa membayangi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sebagian besar wilayahnya diprediksi mengalami awal musim hujan pada Desember. Kedua provinsi tersebut memiliki kawasan pertanian yang sangat bergantung pada curah hujan, terutama lahan tadah hujan untuk produksi padi, jagung, dan palawija. Apabila hujan terlambat, petani berpotensi menunda penanaman, mengurangi luas lahan yang ditanami, atau memilih komoditas yang lebih sesuai dengan ketersediaan air.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.