Keputusan darurat ini tidak terhindarkan mengingat pemerintah tidak lagi mampu menanggung beban subsidi energi yang membengkak di tengah menyusutnya cadangan devisa dan berkurangnya puluhan jadwal kargo gas alam cair (LNG) dari pasar internasional.
Global
Ketegangan militer yang memuncak antara Amerika Serikat dan Iran kini memasuki babak diplomasi yang krusial. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa negosiasi gencatan senjata antara kedua negara telah membuahkan kesepakatan awal yang signifikan.
Dari sisi kronologi, jet F-15E itu ditembak jatuh di atas Provinsi Isfahan pada Jumat, lalu kedua awaknya terlempar terpisah. Satu kru berhasil dievakuasi lebih dulu, sementara kru kedua tertinggal di wilayah musuh dan menjadi target pencarian Iran maupun AS.
Inti ancaman Trump sangat gamblang. Dalam wawancara yang dikutip Reuters, ia berkata, “If they don’t do something by Tuesday evening, they won’t have any power plants and they won’t have any bridges standing.”
Kejadian itu berlangsung di area pertempuran aktif antara Hizbullah dan pasukan Israel. Aktivitas kelompok bersenjata yang didukung Iran meningkatkan risiko bagi pasukan internasional.
Kuwait Petroleum Corporation (KPC) menyatakan bahwa Al Salmi diserang saat berjangkar di Pelabuhan Dubai. Serangan ini bagian dari rangkaian insiden sejak konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada 28 Februari lalu.
Trump juga menekankan bahwa negosiasi dengan Iran berlangsung “sangat baik.” Namun, ia menambahkan bahwa “kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi” dengan Iran.
Aksi ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari aktivis, pekerja, mahasiswa, hingga tokoh publik. Kehadiran figur terkenal turut menarik perhatian masyarakat luas.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang sejak awal melakukan komunikasi intensif dengan pihak Iran.
Yang paling menyita perhatian adalah dua video pendek yang muncul pada malam 25 Maret. Video pertama yang kemudian dihapus menampilkan rekaman ponsel mengarah ke bawah, memperlihatkan sepatu bot hitam dan suara perempuan yang bertanya, “It’s launching soon, right?”, lalu dijawab suara laki-laki di luar kamera.