Di tingkat global, bentrokan ini menarik perhatian luas dan memicu pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk menyerukan penghentian aksi militer.
Di Tel Aviv dan Yerusalem, sirene udara meraung berulang kali pada dini hari, memaksa warga bergegas mencari perlindungan di ruang bawah tanah dan fasilitas publik yang difungsikan sebagai tempat aman. Militer Israel mengonfirmasi deteksi “beberapa ancaman rudal” yang melintas di atas wilayahnya.
enghadapi situasi yang tidak stabil ini dan ketidakpastian pada hari-hari mendatang, saya telah memerintahkan kapal induk Charles de Gaulle, aset udaranya, dan kapal fregat pengawalnya untuk berlayar menuju Mediterania,” ujar Macron dalam pidato tersebut.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan, pemerintah tidak menunggu situasi memburuk untuk bergerak. Ia mengaku telah memerintahkan Duta Besar RI di Teheran menyiapkan langkah evakuasi bagi WNI di wilayah terdampak.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa pengembangan rudal hipersonik bersifat defensif. Mereka menyatakan teknologi ini dimaksudkan untuk mencegah ancaman eksternal dan menjaga stabilitas keamanan nasional.
Menurut Andina, serangan militer yang dilancarkan kedua negara telah memicu kecaman internasional dan meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan tersebut.
Trump secara konsisten mengatakan bahwa bukan hanya Amerika Serikat yang dirugikan oleh kemampuan nuklir Iran, tetapi juga sekutu utama Amerika di Timur Tengah, khususnya negara-negara seperti Israel yang secara langsung merasa terancam jika Iran memiliki senjata semacam itu.
“Keselamatan WNI menjadi prioritas utama. Kami terus memantau situasi secara menyeluruh, melakukan asesmen kondisi riil di lapangan, dan menyiapkan langkah penanganan jika diperlukan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri.