Tiba dengan pengawalan ketat, Presiden Prabowo yang didampingi oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan direksi PT KAI langsung menuju ruang perawatan intensif dan posko krisis keluarga korban.
Nasional
Berdasarkan data manifest dan rekapitulasi medis terbaru yang dihimpun oleh tim gabungan di posko krisis pada Selasa (28/4) sore, tragedi memilukan ini dipastikan merenggut korban jiwa dan mengakibatkan puluhan penumpang lainnya harus menjalani perawatan medis darurat.
Manajemen PT KAI menegaskan bahwa seluruh jajaran perusahaan berduka atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka akibat benturan keras yang menghancurkan lokomotif dan gerbong penumpang tersebut.
Meski otoritas berwenang belum merilis data resmi terkait jumlah fatalitas, sirene puluhan ambulans terus meraung membelah kemacetan, mengevakuasi korban dengan eskalasi luka ringan hingga kritis menuju RSUD Chasbullah Abdulmadjid dan RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.
Tak berhenti di situ, di hari yang sama, kediaman Nus Kei di Cluster Australia, Green Lake City, Tangerang, diobrak-abrik oleh puluhan anak buah John Kei, sebuah insiden brutal yang akhirnya berujung pada penangkapan dan pemenjaraan John Kei.
Kronologi penikaman ini bermula sekitar pukul 11.25 WIT. Setelah pesawat yang ditumpanginya mendarat, Nus Kei berjalan menuju area pintu keluar bandara. Tepat di lokasi tersebut, dua orang pria tidak dikenal tiba-tiba menghampiri dan langsung melancarkan serangan menggunakan senjata tajam berjenis pisau.
Ia menilai narasi yang beredar telah merusak nama baiknya dan tidak punya dasar yang benar. “Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar,” kata JK.
Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyampaikan, "Kami sedang menyelidiki dua insiden ini secara terpisah untuk memastikan kronologi yang akurat dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
Proses evakuasi dan perawatan medis mengikuti standar internasional. Kejadian ini menjadi pengingat risiko tinggi misi perdamaian.
Nilai total kerja sama mencapai 23,63 miliar dolar AS. Kehadiran Presiden menjadi simbol dukungan penuh pemerintah. Momentum ini menandai babak baru diplomasi ekonomi Indonesia.