Persoalan ini bermula dari tindakan seorang oknum dosen pengampu mata kuliah Strategi Pembelajaran PAK (Semester 4, Kelas J & I). Oknum tersebut diduga melontarkan makian kasar dengan sebutan binatang dan "manusia bodoh" kepada para mahasiswanya.
Pernyataan itu ia sampaikan saat memimpin upacara bersama ASN di halaman Kantor Gubernur NTT, Senin (2/3/2026), di tengah kekhawatiran soal nasib PPPK yang disebut-sebut bisa terdampak kebijakan pengendalian belanja pegawai.