Kebocoran Data Raksasa: 6 Juta Pelanggan Operator Eropa Dibobol, Apa Pelajarannya untuk Indonesia?

Ilustrasi - Cyber Security

SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA

Risiko berikutnya adalah penipuan berbasis OTP—penipu memancing korban menyebutkan kode sekali pakai, atau mencoba mengambil alih nomor lewat proses penggantian kartu/SIM swap dengan memanfaatkan data identitas yang bocor.

Karena beberapa data finansial ikut tercantum (misalnya IBAN), korban juga bisa dibidik lewat rekayasa sosial ke bank: mulai dari “konfirmasi transaksi”, perubahan rekening tujuan, sampai penipuan pembayaran dengan menyamar sebagai pihak resmi.

Baca juga Sponsored / Suggested
Baca juga Sponsored / Suggested

Untuk pengguna, prinsipnya sederhana: anggap data sudah beredar, lalu kurangi peluang penipu “naik kelas” dari sekadar menghubungi menjadi berhasil mengambil alih akun.

Langkah pertama: ganti kata sandi akun yang paling kritis (email utama, akun operator/self-care, akun perbankan/e-wallet), dan pastikan setiap layanan punya kata sandi unik—bukan variasi dari satu kata sandi lama.

Kalau memungkinkan, aktifkan MFA (multi-factor authentication) terutama di email dan akun keuangan. Utamakan aplikasi authenticator atau passkey; jangan mengandalkan SMS sebagai satu-satunya faktor kedua jika opsinya tersedia.

Like 0
Love 1
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement