Berujung Damai di Polsek Mollo Selatan: Miskomunikasi Sengketa Lahan di TTS Terselesaikan, Pengontrak Serahkan Kunci
Yohanis Tuke - Suasana di Polsek Mollo Selatan (Siso) sore itu tampak serius saat mediasi berlangsung.
"Hanya tunggu-tunggu tukang dari Kupang, ada Mama Eti punya orang, tunggu-tunggu sonde (tidak) datang. Kebetulan waktu itu kerja emperan, ada adik-adik yang ada di situ bisa kerja. Jadi saya komunikasi dong (mereka), mana bosong (kalian) bisa kerja sa (saja)," jelas Arison Gela terkait keputusannya mencari tukang lokal.
Arison dengan tegas menolak tuduhan bahwa ia berniat menyerobot lahan. Ia juga membantah telah melakukan transaksi jual beli atau menerima bayaran atas tanah tersebut dari Ibu Eti Markus. "Saya tidak beli (tanah tersebut)," tegasnya saat dikonfirmasi oleh perwakilan keluarga.
Arison pun mengakui kelalaiannya karena tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan Ibu Berta Manu selaku pemilik rumah kontrakan sebelum memulai pengerjaan fondasi. "Saya sampaikan maaf saya kepada Ibu Berta bahwa saya bersalah," ungkap Arison.
Ia mengaku merasa sungkan karena telah menempati kontrakan tersebut dengan harga sewa yang jauh di bawah standar, bahkan menganggap Berta Manu sudah seperti keluarga. "Memang saya merasa bahwa saya seperti nyamuk di luar yang mau isap darah di dalam, itu tidak masuk akal," tambahnya, menyadari posisinya yang kurang tepat dalam pusaran konflik tersebut.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.